Mukomuko, Bengkulu – Dijadwalkan pada Juni 2025, mereka meminta agar pengeringan ditinjau ulang dan dijadwalkan ulang, dengan target pelaksanaan pada September 2025, sesuai dengan jadwal pola tanam yang telah ditetapkan sebelumnya dari tahun 2023 hingga 2027.
Alasan Penolakan:
– Rencana pengeringan irigasi terbaru bertentangan dengan keputusan sebelumnya
– Pengeringan pada Juni 2025 berpotensi memicu konflik di tingkat petani
Tindakan yang Diminta:
– Penjadwalan ulang pengeringan irigasi
– Penyesuaian kondisi di lapangan
Anggota DPRD Kabupaten Mukomuko, Frenky Janas dan Ali Azwar, melakukan tinjauan lapangan dan menjemput aspirasi masyarakat petani setempat
,”mendengar desah desus keresahan petani setempat langsung menyambangi para petani dan kelompok tani untuk tenang dan tidak resah , Frengky janas dan Ali Azwar menyampaikan akan mempasilitas dan menyampaikan dengan pihak terkait agar pengering tidak segera dilakukan,
karena berdampak pada petani dan perekonomian masyarakat,,
Frengky janas,” saya yakin pemerintah akan mempertimbangkannya dan tidak akan serta Merta Melakukan pengering irigasi sayap kiri ,Tampa mempertimbang dampak para petani dan perekonomian masyarakat,
petani dan kelompok tani harap tenang Jangan risau dan resah apa lagi sedangan digaungkan oleh pemerintah pusat bapak presiden Prabowo ketahan pangan nasional jadi pemerintah daerah pasti akan memikirkan
harapan petani agar diundur pengeringan irigasi dibulan September 2025 demi perekonomian masyarakat dan mendukung program ketahanan pangan nasional tersebut.pungkas Frengky.
DPRD meminta Komisi Irigasi meninjau ulang kebijakan pengeringan irigasi dan menyesuaikan dengan kondisi di lapangan
Dengan penundaan jadwal pengeringan irigasi, petani berharap dapat menghindari dampak negatif pada aktivitas pertanian mereka, kehidupan,Dan perekonomian mereka.(HS)
92 total views, 2 views today







