Mukomuko, Bengkulu – Kabupaten Mukomuko kembali dihadapkan pada permasalahan lingkungan hidup yang serius. Dugaan kebocoran limbah di PT Usaha Sawit Mandiri (USM) telah menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat, terutama di Lubuk Pinang dan sekitarnya. Masyarakat yang merasakan dampak langsung dari dugaan kebocoran limbah ini telah melapor kepada pihak terkait,”jelas warga.
Frengky Janas, anggota DPRD Kabupaten Mukomuko yang membidangi Komisi III, menyatakan kesiapan komisi untuk turun ke lapangan dan menyikapi keluhan masyarakat. “Kami Komisi III siap untuk turun ke PT USM untuk menyikapi keluhan masyarakat atas dugaan kebocoran limbah tersebut,” ungkap Frengky Janas saat dikonfirmasi.
Pihak manajemen PT USM, melalui Humas perusahaan, belum memberikan tanggapan dan respon atas konfirmasi yang dilakukan. “Belum ada tanggapan dan respon dari pihak perusahaan sampai berita ini dinaikkan. Jika nanti ada respon, kami akan update lanjut lagi beritanya tentang dugaan kebocoran limbah PT USM tersebut,” demikian pernyataan yang diberikan.
Masyarakat Lubuk Pinang dan sekitarnya sangat khawatir dengan dampak yang mungkin timbul dari dugaan kebocoran limbah ini. Mereka berharap agar pihak perusahaan dan pemerintah dapat segera mengambil tindakan untuk mengatasi masalah ini dan mencegah dampak yang lebih parah.
Pemerintah Kabupaten Mukomuko dan pihak berwenang lainnya diharapkan dapat segera mengambil tindakan untuk mengatasi masalah ini. Komisi III DPRD Mukomuko telah menunjukkan kesiapan untuk turun ke lapangan dan menyikapi keluhan masyarakat. Namun, perlu ada tindakan konkret dari semua pihak untuk menyelesaikan masalah ini dan memastikan keselamatan lingkungan hidup di Kabupaten Mukomuko.
Kita akan terus memantau perkembangan situasi ini dan memberikan update lanjutan jika ada informasi baru. Semoga masalah ini dapat segera diselesaikan dan masyarakat dapat hidup dengan aman dan nyaman. (H S)
357 total views, 2 views today







