Mukomuko, Bengkulu – Seorang warga Desa Lubuk Sanai, Pondok Lama bernama Hidayat Saleh menyampaikan permasalahan jaringan tegangan tinggi kabel listrik di pemukiman warga dan bangunan sekolah yang sangat mengkuatirkan. Permasalahan kabel listrik yang mengalirkan arus listrik tegang tinggi tersebut dipasang tidak sesuai dengan standar keamanannya dan tidak ada bertiangnya. “bebernya, Jum’at (30/5/2025).
Permasalahan ini sudah lama, sudah ada 2 atau 3 tahun ini, dan juga sampai saat ini belum ada perhatian dari pihak PLN Mukomuko.
Hidayat yang juga tergabung di organisasi PPWI ini sudah pernah menyampaikan dan meminta dukungan kepada Pemerintah Desa (PEMDES) Lubuk Sanai. Namun sampai saat ini belum ada realisasinya.
Pemerintah Desa Lubuk Sanai saat dikonfirmasi media menyampaikan sudah menyikapi dan mengajukan proposal pengajuan pemasang tiang listrik tersebut kepada PLN Kabupaten Mukomuko, namun sampai saat ini belum ada realisasinya.
“Entah apa kendala, kita juga sudah ada mengajukan dalam waktu dekat ini permasalahan ketidakkestabilan jaringan arus listrik,” jelas Pemdes Desa Lubuk Sanai.
Hidayat mengeluhkan kondisi PLN Mukomuko yang belum responsif dengan permasalahan ini. “Apakah sudah memakan korban jiwa baru ada responsifnya dari pihak terkait PLN Mukomuko tersebut? Ini bukan permasalahan kecil, ini permasalahan menyangkut kepentingan masyarakat dan keselamatan jiwanya warga,” tegas Hidayat.
*Rumah Sekolah Tempat Pendidikan Anak-Anak Sekolah SD 01 Lubuk Sanai*
Saat jam istirahat, anak-anak sekolah SD 01 Lubuk Sanai berada di sekitar kabel listrik yang tidak pada standar keamannya. Kabel listrik tersebut terkulai dari tiang kecil bukan tiang standarnya, dan ada juga sudah tersandar di kandang dan terletak di tanah karena sudah lama dan lapuk.
Hidayat meminta kepada pemerintah daerah (PEMDA) Mukomuko dan perwakilan masyarakat DPRD Mukomuko untuk memfasilitasi dan menjembatani permasalahan tersebut kepada PLN Mukomuko sebelum ada korban jiwa oleh arus tegang tinggi listrik kabel yang tidak pada standar letaknya. “Kekuatiran ini sudah sangat berkepanjangan, dan yang membutuhkan adanya tiang listrik tersebut bukan satu atau dua buah rumah, ada dua puluh KK lebih yang mengharapkan,” tutup Hidayat. (PPWI/Red)
440 total views, 2 views today







