Dairi, Sumut – Dalam sidang paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, Senin (5/5/2025), Bupati Dairi Ir.Vickner sinaga menyatakan,di tengah tekanan krisis anggaran yang disamakan seperti “tsunami”, menegaskan bahwa roda pemerintahan tidak akan berhenti. Justru, situasi ini dijadikan momentum untuk melakukan lompatan-lompatan strategis demi mengejar ketertinggalan dan meningkatkan kesejahteraan rakyat.
Hal itu disampaikan Bupati dalam forum evaluasi bersama DPRD dan jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Sidikalang. Ia mengawali pernyataannya dengan apresiasi terhadap kerja keras DPRD yang dinilainya serius dan konsisten mengawal aspirasi rakyat. “Saya mengikuti pembahasan bahkan sampai pukul 12 malam. Saya pantau langsung karena ingin tahu dan menghargai keseriusan kita semua,” ungkapnya.
Bupati juga menyoroti pentingnya teknologi informasi untuk memutus mata rantai birokrasi yang berbelit, serta mengingatkan agar pelayanan kepada masyarakat tidak boleh dipersulit. “Kalau bisa dipermudah, kenapa harus dipersulit? Warga kita sudah terlalu lama menderita, padahal kita sudah merdeka puluhan tahun,” ujarnya.
Langkah Out of the Box dan Sentuhan Humanis.
Dalam dua bulan terakhir, Pemkab Dairi disebut telah menerapkan sejumlah kebijakan out of the box, termasuk pencairan dana Rp2 juta per kelurahan/desa untuk menggerakkan kembali semangat gotong royong di masyarakat. Selain itu, 169 kepala desa dan lurah serta sejumlah kepala dinas telah memperoleh sertifikasi etos kerja internasional.
Sektor irigasi juga menjadi sorotan dalam upaya mewujudkan swasembada pangan. Sementara untuk air bersih, Bupati mengapresiasi langkah PDAM yang rela bekerja malam hari—dari jam 8 malam hingga 1 dini hari—agar layanan tetap prima pada pagi hari. “PDAM dan PD Pasar harus siap menelan kenyataan, meski pahit. Kalau pahit tapi itu obat, harus ditelan,” katanya dengan perumpamaan.
BUMD Baru dan Optimalisasi AsetPemkab Dairi juga sedang menyiapkan pembentukan Badan Aneka Usaha, sebagai ‘anak bungsu’ dari BUMD yang akan berfokus pada stabilisasi harga komoditas. Bupati menyebut, badan ini akan membantu petani agar tidak lagi terjebak dalam permainan harga pasar yang merugikan.
Selain itu, aset-aset lama milik pemerintah seperti mobiler bekas akan diperbaiki dan dimanfaatkan kembali. Langkah ini menunjukkan semangat efisiensi dan optimalisasi sumber daya yang dimiliki.
Ia juga menyampaikan bahwa seluruh program strategis akan dievaluasi secara menyeluruh pada 31 Mei mendatang hari ke-100 masa pemerintahannya. Salah satu target besar adalah menyelesaikan penanganan kawasan kumuh Jatagena.
“31 Mei nanti, mari kita kubur Jatagena. Kita kubur dengan pembangunan, dengan genangan yang tidak lagi ada, dan dengan harapan baru,”tegasnya. Standar tak cukup, harus lebih baikmenutup pernyataannya, Bupati mengutip amanat Permendagri Nomor 19 Tahun 2024. (Jadima K)
49 total views, 2 views today







