Mukomuko – Desa Pulau Makmur, yang terletak di Kecamatan Ipuh, Kabupaten Mukomuko, mengalami musibah banjir pada hari Minggu, 14 September 2025. Bencana ini tidak hanya melumpuhkan aktivitas warga, tetapi juga menimbulkan kerugian materi yang signifikan.
Banjir yang melanda Desa Pulau Makmur disebabkan oleh curah hujan tinggi yang terus mengguyur sejak Sabtu malam hingga Minggu pagi. Curah hujan tinggi ini terjadi seiring dengan masuknya musim penghujan. Akibatnya, sungai yang melintasi desa tersebut meluap, merendam pemukiman warga, serta menghancurkan lahan pertanian yang menjadi tumpuan ekonomi masyarakat setempat. Ketinggian air mencapai lutut orang dewasa di beberapa titik yang terdampak paling parah.
Menurut penuturan warga, banjir kali ini merupakan yang terburuk dalam beberapa tahun terakhir. Banyak rumah warga yang terendam air, memaksa mereka untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman. Selain itu, lahan pertanian yang menjadi sumber mata pencaharian utama warga juga ikut terendam, menyebabkan ancaman gagal panen yang serius.
“Kami sangat berharap pemerintah segera bertindak untuk mengatasi banjir ini. Kami sudah tidak tahu lagi bagaimana caranya,” ujar salah seorang warga Desa Pulau Makmur dengan nada penuh keputusasaan. Warga sangat mengharapkan pemerintah dapat memberikan bantuan logistik, menyediakan tempat pengungsian yang layak, serta merumuskan solusi jangka panjang untuk mengatasi masalah banjir yang kerap melanda desa mereka.
Selain itu, warga juga berharap pemerintah dapat segera memperbaiki infrastruktur yang rusak akibat banjir, seperti jalan dan jembatan. Pemulihan infrastruktur ini sangat penting untuk memulihkan aksesibilitas desa dan menghidupkan kembali aktivitas ekonomi warga yang sempat terhenti. “Kami sangat berharap pemerintah dapat segera mengatasi masalah banjir ini,” imbuh warga dengan nada penuh harap.
Banjir yang melanda Desa Pulau Makmur menjadi pengingat bagi kita semua akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan dan mewaspadai dampak perubahan iklim. Pemerintah dan masyarakat perlu bekerja sama secara sinergis untuk mencegah terjadinya bencana serupa di masa depan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan penghijauan di daerah hulu sungai dan menjaga kebersihan lingkungan agar saluran air tidak tersumbat. (red)
33 total views, 2 views today







