Mukomuko, Bengkulu – Dugaan korupsi di Desa Talang Petai, Kecamatan V Koto, Kabupaten Mukomuko, Bengkulu mencuat. Masyarakat menduga pejabat Pemerintahan Desa menggelapkan Dana Ratusan juta rupiah dari hasil perkebunan sawit desa, yaitu Kebun Masyarakat Desa (KMD) yang sudah berjalan belasan tahun.
Warga Desa Talang Petai yang geram akhirnya buka suara dan mengirimkan pesan singkat WA ke awak media, pada hari Sabtu (10/05/25). Beliau mengungkap bahwa desa memiliki kebun sawit seluas belasan hektare dengan hasil panen cukup memuaskan hingga belasan ton setiap kali panen. Dengan dua sampai tiga kali panen dalam sebulan, pendapatan desa seharusnya mencapai Ratusan juta rupiah per tahun.
Namun, warga tidak pernah melihat satu rupiah pun dari hasil tersebut, semenjak 3 Tahun terakhir. “Sawit itu milik desa, tapi ke mana hasilnya? Tidak ada laporan, tidak ada transparansi. Udah 3 Tahun ini gak pernah rapat, tentu kami masyarakat bertanya-tanya berapa hasil kebun KMD dan apa aja peruntukan nya, udah berulang-ulang kami masyarakat ini menyampaikan kepada BPD, namun BPD tidak ada respon,” ujar salah satu warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Dengan adanya pengaduan masyarakat ini, awak media mencoba menghubungi salah satu anggota BPD, Bonti, dan Kepala Desa (KADES). Namun, Bonti dan Kades masih belum juga bisa dihubungi sampai berita ini diterbitkan.
Masyarakat berharap pemerintah daerah dapat ikut serta dalam menyelesaikan permasalahan KMD ini karena pemerintah desa dan BPD dugaan saling melempar bola panas untuk mencari kebenaran dan saling menyalahkan. “Saya harap pihak terkait atau pihak-pihak pemerintah daerah (PEMDA), inspektorat, DPMD dan Aparat Penegak Hukum (APH) polres, kejari kabupaten Mukomuko provinsi Bengkulu. agar segera menyikapi dan menindaklanjuti dengan tegas, sebab permasalahan tersebut sudah lama masyarakat memendamnya,” harap salah seorang masyarakat.
Masyarakat juga berharap agar pihak penegak hukum dapat mengungkap kebenaran atas dugaan penyimpangan anggaran kebun masyarakat desa tersebut secara transparan dan akuntabel. “Takutnya untuk kali ini ada hal yang tidak diinginkan terjadi,” tambah masyarakat.
Dengan demikian, kasus dugaan korupsi di Desa Talang Petai ini menjadi perhatian serius bagi masyarakat dan pemerintah daerah. Apakah kasus ini dapat diungkap dan ditindaklanjuti dengan tegas? Kita tunggu saja. (Laporan: Hidayat Saleh)
455 total views, 1 views today







