Jakarta – Dalam percakapan telfon Whatsapp yang viral beredar di sosial media & podcast pertama antara Ahmad Ali Eks. Waketum DPP Nasdem dengan Muhammad Fithrat Irfan Eks. Staff Ahli Anggota DDP RI asal Sulawesi Tengah tanggal 07 Februari 2025 pukul 12.37 siang. Irfan mengemukakan bahwa ia mendapat intervensi dari salah satu elit politik partai yang ada di Indonesia. “Iya itu telfon dari Ahmad Ali eks Waketum DPP Partai Nasdem. Adanya intervensi, bujuk rayu maupun ancaman yang terjadi sama saya untuk menahan diri tidak melanjutkan laporan saya di KPK atas 95 anggota DPD RI yang diduga terlibat dalam money politik pemilihan Pimpinan Ketua DPD RI & Wakil Ketua MPR RI unsur DPD RI,” ujar Irfan.
Ahmad Ali menegaskan ke Irfan untuk menahan diri tidak menyenggol Abcandra Akbar Supratman (Putra dari Menteri Hukum Republik Indonesia, Bapak Supratman Andi Agtas) asal daerah pemilihan Sulawesi Tengah. Garis besar dari pembicaraan telfon Ahmad Ali dan Irfan adalah “Jangan Senggol Akbar, Adek Saya itu.”
Disusul dengan telfon Whatsapp kedua, antara Ahmad Ali Eks Waketum DPP Nasdem dengan Irfan Eks Staff Ahli DPD RI asal Sulawesi Tengah dari Rafiq Al Amri tanggal 13 Februari 2025, pukul 03.41 subuh, dalam percakapan telfon whatsapp menit ke 14.42 – 14.46 ada yg sangat menarik. Karena disitu Ahmad Ali menyebutkan, “Akbar itu yang bayarin kemarin itu uang saya” (Pemilihan Wakil Ketua MPR RI) diduga kuat Ahmad Ali eks Waketum Partai Nasdem ini terlibat dalam memberi dukungan money politik kepada Abcandra Akbar Supratman untuk memenangkan Abcandra Akbar Supratman dalam pemilihan Wakil Ketua MPR RI unsur DPD (Anak dari Menteri Hukum Republik Indonesia).
Dalam percakapan lain Irfan memberikan tangkapan layar Whatsapp antara Irfan dengan salah satu mantan petinggi Pimpinan DPD RI periode kemarin yakni AA La Nyalla Mahmud Mattalitti disebutkan La Nyalla pada tanggal 07 Februari 2025 kepada Irfan. La Nyalla Mattalitti menyatakan, “Untuk apa takut sama Dasco, emangnya dia siapa” (percakapan La Nyalla Mattalitti). Saya bilang ke Ahmad Ali bilang kasih tau Akbar selamatkan dirinya sendiri jangan ajak-ajak Sultan atau Rafiq (percakapan Irfan).
Emangnya Akbar benar? (Percakapan La Nyalla Mattalitti). Itu Akbar mau di panggil ke rumah Ahmad Ali (Percakapan Irfan).
Salah, dia juga sama kayak Sultan. Ini barusan selesai podcast ke-2 lebih keras dari yang kemarin (percakapan Irfan). Dan kemudian pak La Nyalla Mattalitti menyebutkan, “Akbar beli suara 10 rb sgd singgapur dolar satu suara” (percakapan La Nyalla Mattalitti). Akbar yang dimaksud dalam hal ini Wakil Ketua MPR RI unsur DPD RI yang terpilih Abcandra Akbar Supratman anak dari Menteri Hukum Republik Indonesia.
M. Fithrat Irfan menduga ini sepertinya nyambung dengan alat bukti yang di temukan pihak KPK RI dalam pecahan dollar singapore 2.2 jt dollar sgp dari total sitaan uang senilai 59.49 M yang di temukan disita dirumah eks petinggi elit partai tersebut pada tanggal 04 Februari 2025.
Irfan menaruh harapan besar kepada pimpinan tertinggi Republik Indonesia yakni Bapak Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia dan Lembaga Anti Rasuah untuk mengusut tuntas dugaan suap 95 Anggota DPD RI dalam pemilihan Pimpinan Ketua DPD RI & Wakil Ketua MPR RI unsur DPD RI. Serta menagih janji, menunaikan program Astacita Pak Prabowo Subianto point ke-7 yakni “Memperkuat Reformasi Politik, Hukum, & Birokrasi serta Memperkuat Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi dan Narkoba.” Semoga Bapak Presiden Prabowo Subianto bisa merealisasikan kepentingan rakyat dengan adil demi menuju Indonesia Emas. (Tim/Red)
54 total views, 1 views today







