Mukomuko, Bengkulu. Jum’at (4/7/2025). – Penutupan jalan oleh perusahaan Agromuko Estate, Tanah Rekah Estate, telah memicu kemarahan warga. Jalan yang ditutup tersebut merupakan akses penting bagi warga untuk beraktivitas dan bekerja. Penutupan jalan tersebut dilakukan sepihak oleh perusahaan tanpa konfirmasi dengan kepala desa setempat.
Warga yang tersulut emosi berbondong-bondong mendatangi kantor Tanah Rekah Estate untuk melakukan protes dan demo. Mereka meminta kejelasan dengan pihak manajemen perusahaan melalui Manajer Tanah Estate. Namun, jawaban Manajer perusahaan tidak memuaskan bagi warga, sehingga hampir menyulut emosi warga.
Kepala Desa Setia Budi, Jumadi, memberikan klarifikasi tentang permasalahan jalan yang ditutup oleh perusahaan Agromuko Estate. Ia meminta perusahaan untuk tidak menutup jalan tersebut karena jalan tersebut merupakan akses perbatasan dengan Desa Setia Budi. Jumadi juga menyatakan bahwa ia belum pernah memberikan izin untuk penutupan jalan tersebut,”kata kades, Jum’at (4/7/25).
Jumadi sangat menyayangkan penutupan akses jalan tersebut karena tidak ada konfirmasi dengan dirinya selaku kepala desa. Ia juga menilai bahwa pernyataan Manajer perusahaan yang mengatakan bahwa penutupan jalan tersebut telah disetujui oleh dirinya adalah tidak benar.
DPRD Mukomuko partai PKB, Marsono, berharap adanya kerjasama dan komunikasi yang baik antara perusahaan dan pemerintah desa penyangga. Ia berharap perusahaan dapat memberikan pemberitahuan dan menyampaikan rencana kegiatan kepada pemerintah desa sebelum melakukan penutupan jalan atau membuat aturan yang dapat mempengaruhi warga.
Warga berharap perusahaan dapat mempertimbangkan kepentingan mereka dan tidak melakukan penutupan jalan yang dapat mempengaruhi aktivitas sehari-hari mereka. Mereka juga berharap adanya penyelesaian yang damai dan tidak ada kejadian yang tidak diinginkan. (Laporan: Hidayat S)
Sumber: (MSB)
90 total views, 1 views today







