Kamis, 15 Januari 2026
  • Tentang Kami
  • Box Redaksi
  • Syarat Penggunaan
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pasang Iklan
  • Kontak Kami
MediaIpk
No Result
View All Result
  • Daerah
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukum & Kriminal
  • Kesehatan
  • Nasional
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Politik
  • Lainnya
    • Sosial Budaya
    • Kabupaten
    • Provinsi
    • Internasional
  • Daerah
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukum & Kriminal
  • Kesehatan
  • Nasional
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Politik
  • Lainnya
    • Sosial Budaya
    • Kabupaten
    • Provinsi
    • Internasional
No Result
View All Result
MediaIpk
No Result
View All Result
  • Budaya
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Hukum & Kriminal
  • Kesehatan
  • Nasional
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Politik
  • Sosial Budaya
  • Kabupaten
  • Provinsi
  • Internasional

Home Nasional

Konspirasi di Balik Skandal e-KTP: Saat Kebenaran Nyaris Dikubur

Februari 15, 2025
2 min read
in Nasional
Konspirasi di Balik Skandal e-KTP: Saat Kebenaran Nyaris Dikubur
adminbyadmin

Oleh : Syarif Al Dhin

Jakarta – Malam itu, langit di ibu kota tampak kelabu. Di sebuah ruangan sederhana dekat masjid kecil di Istana Negara, Agus Rahardjo duduk dengan gelisah. Ia dipanggil secara mendadak oleh Presiden Joko Widodo. Tidak seperti biasanya, kali ini ia hanya seorang diri, tanpa didampingi pimpinan KPK lainnya.

Begitu ia masuk, suara Jokowi menggema di ruangan. “Hentikan!” Suara itu terdengar tegas, bahkan marah. Agus terdiam sejenak, mencoba memahami maksud Presiden.

“Apa yang harus dihentikan, Pak?” tanyanya dengan hati-hati.

Jokowi menghela napas panjang. Di sampingnya, Menteri Sekretaris Negara Pratikno duduk dengan ekspresi serius. Agus mulai menyadari bahwa pertemuan ini bukan sekadar pertemuan biasa.

“Kasus e-KTP. Setya Novanto. Jangan diteruskan,” kata Presiden akhirnya.

Agus menelan ludah. Ia tahu kasus ini besar, melibatkan uang triliunan rupiah dan tokoh-tokoh penting di negeri ini. Tapi, ia juga tahu satu hal: KPK tidak bisa menghentikan penyidikan begitu saja.

“Pak, sprindik (Surat Perintah Penyidikan) sudah keluar sejak tiga minggu lalu. Kami tidak bisa menghentikannya. KPK tidak punya wewenang SP3,” jawab Agus, berusaha tetap tenang.

Jokowi tampak berpikir. Matanya menatap tajam ke arah Agus. “Cari jalan lain,” katanya singkat.

Di dalam hatinya, Agus tahu, ini bukan sekadar permintaan biasa. Ini adalah ujian terbesar bagi integritasnya sebagai pimpinan KPK.

*Kesaksian yang Menggegerkan*

Tahun-tahun berlalu. Kasus e-KTP terus bergulir hingga akhirnya Setya Novanto dijatuhi hukuman 15 tahun penjara. Namun, cerita di balik layar baru terungkap bertahun-tahun kemudian.

Dalam sebuah wawancara, Agus Rahardjo akhirnya berbicara. Ia menceritakan bagaimana dirinya pernah diminta untuk menghentikan penyelidikan. Pengakuan ini mengejutkan banyak pihak, terutama mereka yang masih percaya bahwa pemerintah benar-benar serius memberantas korupsi.

Tidak hanya Agus, mantan penyidik senior KPK Novel Baswedan juga mengaku pernah mendengar isu ini saat berada di Singapura. Bahkan, Wakil Ketua KPK Alexander Marwata turut membenarkan cerita tersebut.

Masyarakat pun mulai bertanya-tanya: Apakah benar ada upaya melindungi koruptor di tingkat tertinggi?

*Sebuah Konspirasi yang Terungkap?*

Jika benar ada tekanan untuk menghentikan penyidikan, apa yang sebenarnya terjadi di balik layar?

Banyak pihak mulai menghubungkan kejadian ini dengan peristiwa lain, seperti:

– Revisi UU KPK yang melemahkan independensi lembaga antirasuah.

– Pemecatan 57 pegawai KPK yang dianggap terlalu kritis.

– Banyaknya menteri Jokowi yang terjerat kasus korupsi.

Mungkinkah semua ini adalah bagian dari sebuah skenario besar untuk melemahkan pemberantasan korupsi di Indonesia?

*Menunggu Jawaban dari Istana*

Sampai saat ini, Istana masih bungkam. Tidak ada tanggapan resmi dari Presiden Jokowi terkait pengakuan Agus Rahardjo.

Sementara itu, masyarakat semakin geram. Mereka menuntut transparansi dan kejelasan: Apakah benar Presiden pernah berusaha melindungi koruptor?

Jika tuduhan ini benar, maka ini bisa menjadi salah satu skandal terbesar dalam sejarah politik Indonesia.

Namun, jika tidak benar, mengapa pihak Istana memilih diam?

Misteri ini masih jauh dari selesai. Apakah kebenaran akan terungkap, atau justru dikubur selamanya? (Red)

_Penulis adalah Kuli Tinta PPWI asal Kota Palopo_

 117 total views,  1 views today

Sumber: mediaipk.Com

0
SHARES
27
VIEWS
Bagikan Di FacebookBagikan Di TwitterBagikan Di Whatsapp

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Posts

Ade Muksin Bantah Keras Tuduhan Penipuan, Sebut Dirinya Korban Kejahatan Siber

Ade Muksin Bantah Keras Tuduhan Penipuan, Sebut Dirinya Korban Kejahatan Siber

by admin
Januari 12, 2026
0

Bekasi - Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bekasi Raya, Ade Muksin, S.H., menyampaikan sanggahan keras atas pemberitaan yang menuduh dirinya...

Ketua PWI Bekasi Ade Muksin Diduga Menipu Warga Malaysia dengan Modus KTA PPWI

Ketua PWI Bekasi Ade Muksin Diduga Menipu Warga Malaysia dengan Modus KTA PPWI

by admin
Januari 12, 2026
0

Jakarta – Kasus dugaan penipuan lintas negara kembali mencuat setelah seorang warga Malaysia, Nor Hafiz bin Nor Hazam, melaporkan tindak...

BNN RI BERHASIL GULUNG PABRIK NARKOTIKA GOL.1 JENIS MDMB-4EN-PINACA

BNN RI BERHASIL GULUNG PABRIK NARKOTIKA GOL.1 JENIS MDMB-4EN-PINACA

by admin
Januari 10, 2026
0

Jakarta, - 10 Januari 2026. Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI) telah melakukan pengungkapan Clandestine Laboratory Narkotika Gol.1 Jenis...

Bungkamnya Kalangan Pendidik atas Kasus Ijazah Jokowi Pertanda Dunia Pendidikan Indonesia Miskin Moral

Bungkamnya Kalangan Pendidik atas Kasus Ijazah Jokowi Pertanda Dunia Pendidikan Indonesia Miskin Moral

by admin
Januari 8, 2026
0

_Oleh: Wilson Lalengke_ Jakarta – Sebagai seorang lulusan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, juga berkecimpung di lembaga pendidikan selama puluhan...

Koruptor Jiwasraya Divonis 1,5 Tahun, Wilson Lalengke: Pengadilan Tipikor Hanya Dagelan

Koruptor Jiwasraya Divonis 1,5 Tahun, Wilson Lalengke: Pengadilan Tipikor Hanya Dagelan

by admin
Januari 8, 2026
0

Jakarta - Putusan Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat terhadap terdakwa Isa Rachmatarwata dalam...

Next Post
Penuh Semangat, Puluhan Kader DPC Gerindra OKI Hadiri Puncak Peringatan HUT ke-17 di Bogor

Penuh Semangat, Puluhan Kader DPC Gerindra OKI Hadiri Puncak Peringatan HUT ke-17 di Bogor

Media ipk adalah platform berita yang menyajikan informasi terkini dan terpercaya. Dengan slogan "Berita Membangun Bangsa," Media IPK Com berkomitmen menyampaikan konten faktual, akurat, dan dapat diakses oleh semua lapisan masyarakat.

Kategori

  • Budaya (1)
  • Daerah (970)
  • Ekonomi (1)
  • Hukum & Kriminal (2)
  • Internasional (26)
  • Kabupaten (244)
  • Kesehatan (3)
  • Nasional (472)
  • Provinsi (42)

Informasi

  • Tentang Kami
  • Box Redaksi
  • Syarat Penggunaan
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pasang Iklan
  • Kontak Kami

Arsip

  • Januari 2026 (58)
  • Desember 2025 (115)
  • November 2025 (144)
  • Oktober 2025 (92)
  • September 2025 (204)
  • Agustus 2025 (109)
  • Juli 2025 (136)
  • Juni 2025 (148)
  • Mei 2025 (142)
  • April 2025 (94)
  • Maret 2025 (199)
  • Februari 2025 (179)
  • Januari 2025 (137)
  • Desember 2024 (4)
  • instagram
  • youtube
  • facebook
  • tiktok

© 2024 mediaipk.com - Developed by Tokoweb.co

  • Login
  • Home
  • Tentang Kami
  • Box Redaksi
  • Pasang Iklan
  • Syarat Penggunaan
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Kontak Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist