Mukomuko – Melihat dari postur APBD 2025 Provinsi Bengkulu, hasil dari efisiensi anggaran yang dilakukan beberapa waktu lalu membuat warga Mukomuko tersulut emosi. Dimana anggaran Rp 500 miliar lebih untuk pembangunan infrastruktur se Provinsi Bengkulu nihil untuk Kabupaten Mukomuko. Padahal masih sangat banyak jalan provinsi khususnya di Mukomuko yang saat ini belum tersentuh dalam kondisi memprihatinkan, Jum’at.(30/05/2025).
Salah seorang praktisi hukum sekaligus tokoh pemuda Mukomuko, Weri Trikusumaria, menyayangkan hal tersebut. Karena Mukomuko seperti di anak tirikan oleh Gubernur, Helmi Hasan. “Ini bukan sumpah serapah, atau caci maki bapak gubernur, kami ingin mengajak gubernur berkerja sama yang baik,” ungkap Weri.
Emosi warga Mukomuko labil dengan spontan keluar dan wajar karena mereka masih bagian provinsi Bengkulu. “Setidaknya kurang lebih 30 persen jalan provinsi di Mukomuko ini dalam kondisi rusak parah,” kata Weri. Seharusnya kabupaten Mukomuko provinsi Bengkulu, bukan provinsi Sumatera Barat atau bukan masuk ke provinsi lainnya.
Masyarakat Mukomuko mengharapkan juga pembangunan infrastruktur yang merata untuk bisa dinikmati oleh masyarakat Mukomuko untuk mendukung peningkatan perekonomian masyarakat Mukomuko, keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. “Ini bukan caci maki dan sumpah serapah,” tegas Weri.
Weri berharap bahwa Gubernur Helmi Hasan dapat bekerja sama yang baik dengan masyarakat Mukomuko. “Jika memang tidak ada satu perak pun masuk ke Mukomuko dari ratusan miliar tersebut, kita harap seluruh pemangku adat, agama, pemuda serta unsur lainnya menyikapi hal ini dengan serius,” ungkap Weri.
Jika Mukomuko tidak dimasukkan dalam skala prioritas pemerintahan Helmi-Mian, maka tidak ada salahnya Mukomuko usulkan untuk pisah dari provinsi Bengkulu. “Kami kira kita lebih tepat bergabung dengan Sumatera Barat atau Jambi saja. Jika memungkinkan kita usul untuk pemekaran provinsi baru,” imbuh Weri.
Weri berharap bahwa Pemkab Mukomuko bersama perwakilan kita di DPRD Provinsi Bengkulu dapat menjemput bola untuk alokasikan anggaran pembangunan masuk ke daerah ini. Karena selain infrastruktur jalan, juga masih banyak jembatan yang menjadi tanggungjawab Pemprov yang harus di perbaiki segera, karena sifatnya urgent di Mukomuko ini.
“Kita heran, kenapa Mukomuko diskip atau dilewati oleh Pemrov. Apa kita ini tidak dianggap dari bagian provinsi Bengkulu? Apa daerah kita ini memang tidak berkontribusi selama ini?,” tanya serta ditutup oleh Weri. (HS)
145 total views, 1 views today







