Tulang Bawang Barat – Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dan rembuk stunting Kecamatan Gunung Agung, Kabupaten Tulang Bawang Barat, yang diadakan di aula kantor Camat setempat, Selasa, 4 Februari 2025, berlangsung penuh dinamika. Kegiatan yang dilaksanakan pada hari Selasa ini mendapat perhatian serius dari berbagai pihak, termasuk protes keras dari salah satu anggota DPRD Kabupaten Tulang Bawang Barat, Ariya Saputra.
Acara yang dihadiri oleh Asisten 3 Bidang Administrasi Umum, Rasidi SH MH, serta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Tulang Bawang Barat, menjadi momen penting dalam membahas penanggulangan masalah stunting yang masih menjadi isu utama di daerah tersebut. Camat Gunung Agung, Wahyudi Alamsyah, SKM, M.M, dalam arahannya menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah berpartisipasi dalam kegiatan ini, serta membuka ruang bagi seluruh peserta untuk memberikan usulan dan saran terkait upaya penanggulangan stunting.
Hadir pula dalam kesempatan tersebut, Koramil 412-01/TBT yang diwakili oleh Serka Andi Bintarwan, Kapolsek Gunung Agung IPTU Amirudin, Kepala KUA Kecamatan Gunung Agung, Muslimin, serta anggota DPRD Kabupaten Tulang Bawang Barat, Ariya Saputra. Selain itu, turut hadir juga para kepala tiyuh dan ibu-ibu Tim Penggerak PKK Kecamatan Gunung Agung.
Dalam sambutannya, Asisten 3 Rasidi SH MH yang mewakili PJ. Bupati Tulang Bawang Barat, mengungkapkan bahwa Pemkab Tulang Bawang Barat akan menampung seluruh usulan dari masyarakat, termasuk yang disampaikan oleh kepala tiyuh. Namun, ia menekankan bahwa realisasi usulan tersebut akan dilakukan secara bertahap sesuai dengan kemampuan keuangan daerah.
Beberapa usulan dari Kepala Tiyuh pun turut mencuat dalam Musrenbang ini. Kepala Tiyuh Jaya Murni, Sukatun, mengusulkan pembangunan jalan Pemda yang menghubungkan Tiyuh Jaya Murni dengan Tiyuh Tunas Jaya. Sementara itu, Kepala Tiyuh Mulyasari, Muhammad Jaenuri, juga mengusulkan perbaikan jalan yang menghubungkan Tiyuh Mulyasari dengan Tiyuh Wonorejo, meskipun usulannya tersebut lebih mengarah pada perbaikan dengan menggunakan teknik sepan.
Meski demikian, kegiatan ini tidak lepas dari sorotan tajam anggota DPRD, Ariya Saputra, yang secara terbuka menyampaikan protes terkait beberapa hal yang dianggapnya belum optimal dalam penanganan masalah stunting dan pembangunan infrastruktur di wilayah Kecamatan Gunung Agung. Protes tersebut menggema dalam suasana diskusi, memicu sejumlah pertanyaan tentang transparansi dan efektivitas alokasi anggaran daerah.

Musrenbang ini diharapkan bisa menjadi langkah awal untuk mewujudkan pembangunan yang lebih baik dan penanggulangan stunting yang lebih efektif di Kecamatan Gunung Agung, meskipun ada tantangan besar yang harus dihadapi. (MM/Red)
43 total views, 2 views today







