Jakarta – Di tengah dinamika kehidupan yang terus berubah, Advokat H. Alfan Sari, SH, MH, MM, pada Senin pagi, 15 September 2025, menyampaikan refleksi mendalam mengenai pentingnya memahami bahwa “Apapun keadaannya, semua pasti berlalu.” Kalimat ini, menurutnya, bukan hanya sekadar ungkapan filosofis, tetapi juga memiliki implikasi praktis dalam menghadapi berbagai tantangan hukum dan kehidupan.
Dalam pernyataan singkatnya, Alfan Sari menjelaskan bahwa dalam dunia hukum, prinsip ini mengajarkan tentang pentingnya kesabaran dan ketekunan dalam menghadapi proses peradilan. “Sering kali, klien kami merasa putus asa ketika menghadapi kasus yang rumit dan berlarut-larut. Namun, saya selalu mengingatkan mereka bahwa tidak ada perkara yang abadi. Dengan strategi yang tepat dan pembelaan yang gigih, kita pasti akan menemukan jalan keluar,” ujarnya.
Lebih lanjut, Alfan Sari menyoroti bahwa kalimat ini juga relevan dalam konteks kehidupan pribadi. “Sebagai manusia, kita tidak bisa menghindari masalah dan cobaan. Namun, kita harus ingat bahwa setiap kesulitan pasti akan berlalu. Yang terpenting adalah bagaimana kita merespons dan belajar dari setiap pengalaman tersebut,” tambahnya.
Alfan Sari juga memberikan contoh konkret bagaimana prinsip ini dapat diterapkan dalam menghadapi masalah hukum. “Misalnya, dalam kasus sengketa bisnis, sering kali pihak-pihak yang berseteru merasa sulit untuk mencapai kesepakatan. Namun, dengan menyadari bahwa konflik ini tidak akan berlangsung selamanya, mereka akan lebih terbuka untuk mencari solusi yang saling menguntungkan,” jelasnya.
Selain itu, Alfan Sari juga menekankan pentingnya menjaga keseimbangan emosional dalam menghadapi masa-masa sulit. “Jangan biarkan emosi menguasai diri kita. Tetaplah tenang, berpikir jernih, dan fokus pada solusi. Ingatlah, badai pasti akan berlalu, dan setelah itu, kita akan menjadi lebih kuat dan bijaksana,” pesannya.
Refleksi pagi dari Advokat Alfan Sari ini menjadi pengingat yang berharga bagi kita semua, bahwa dalam setiap situasi, baik suka maupun duka, kita harus tetap optimistis dan tegar. Karena, pada akhirnya, yang terpenting bukanlah apa yang kita alami, tetapi bagaimana kita merespons dan belajar dari setiap pengalaman tersebut. “Dengan memahami bahwa ‘Apapun keadaannya, semua pasti berlalu,’ kita dapat menjalani hidup dengan lebih tenang, bijaksana, dan penuh harapan,” pungkasnya. (Red)
39 total views, 1 views today







