Mukomuko – Para sopir di Kabupaten Mukomuko, Bengkulu, mengeluhkan aturan pembatasan pembelian Pertalite sebanyak 25 liter per hari karena dinilai tidak relevan lagi. Mereka merasa bahwa kuota tersebut tidak cukup untuk melakukan perjalanan jauh dan memaksa mereka membeli BBM di luar SPBU dengan harga lebih mahal.(3/9/2025)
Salah satu sopir yang tidak ingin disebutkan namanya menyampaikan bahwa kebijakan ini sangat tidak relevan dan membuat mereka harus mengeluarkan biaya keuangan lebih besar lagi dengan pembelian BBM eceran. Ia berharap bahwa keluhan ini dapat memberikan kontribusi dan solusi untuk masyarakat kecil seperti mereka agar dapat memiliki kelancaran dalam mencari kehidupan sehari-hari.
Sopir tersebut juga berharap bahwa pihak terkait dapat memperhatikan keluhan mereka dan mencari solusi untuk mengatasi masalah ini. Ia menyatakan bahwa keluhan ini bukan hanya kali ini mereka sampaikan, tetapi sudah berulangkali mereka meminta agar diinformasikan kepada pihak terkait melalui media.
Pemberitaan ini diharapkan dapat menjadi perhatian bagi pemerintah dan pihak terkait untuk meninjau ulang kebijakan pembatasan pembelian Pertalite dan mencari solusi yang lebih baik untuk masyarakat. Dengan demikian, diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mengurangi beban biaya yang ditanggung oleh sopir dan masyarakat lainnya. (HD)
47 total views, 1 views today







